Kamis, 22 Desember 2016

RPS Persalinan

https://drive.google.com/file/d/0B6QgIniJ15P1ajlKQkItbXg4RzA/view?usp=sharing
Materi Persalinan

https://drive.google.com/file/d/0B6QgIniJ15P1Sk1CM2tGVWlzdzQ/view?usp=sharing
Kontrak Perkuliahan

https://drive.google.com/file/d/0B6QgIniJ15P1amNaMDhEdl9CVXM/view?usp=sharing

Konsep Dasar Persalinan Normal



PERSALINAN

A.    Konsep Dasar Persalinan Normal
1.      Pengertian Persalinan Normal
Persalinan normal adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang telah cukup bulan dan dapat hidup di luar uterus melalui vagina secara spontan (Manuaba, 1998; Wiknjosastro dkk, 2005). Pada akhir kehamilan, uterus secara progresif lebih peka sampai akhirnya timbul kontraksi kuat secara ritmis sehingga bayi dilahirkan (Guyton & Hall, 2002).

2.      Teori Persalinan

Terdapat berbagai teori persalinan, di antaranya adalah :
a.       Teori Penurunan Progesteron
Villi koriales mengalami perubahan-perubahan, sehingga kadar estrogen dan progesterone menurun. Menurunnya kadar kedua hormon ini terjadi kira-kira 1-2 minggu sebelum partus dimulai (Wiknjosastro dkk, 2005). Selanjutnya otot rahim menjadi sensitif terhadap oksitosin. Penurunan kadar progesteron pada tingkat tertentu menyebabkan otot rahim mulai kontraksi (Manuaba, 1998).
b.      Teori Oksitosin
Menjelang persalinan, terjadi peningkatan reseptor oksitosin dalam otot rahim,   sehingga   mudah   terangsang   saat   disuntikkan   oksitosin    dan menimbulkan kontraksi. Diduga bahwa oksitosin dapat meningkatkan pembentukan prostaglandin dan persalinan dapat berlangsung terus (Manuaba, 1998).
c.       Teori Keregangan Otot Rahim
Keadaan uterus yang terus membesar dan menjadi tegang mengakibatkan iskemia otot-otot uterus. Hal ini merupakan faktor yang dapat  mengganggu sirkulasi uteroplasenter sehingga plasenta mengalami degenerasi (Wiknjosastro dkk, 2005). Otot rahim mempunyai kemampuan meregang sampai batas tertentu. Apabila batas tersebut sudah terlewati, maka akan terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat dimulai (Manuaba, 1998).
d.      Teori Prostaglandin
Prostaglandin sangat meningkat pada cairan amnion dan desidua dari minggu ke-15 hingga aterm, dan kadarnya meningkat hingga ke waktu partus (Wiknjosastro dkk, 2005). Diperkirakan terjadinya penurunan progesteron dapat memicu interleukin-1 untuk dapat melakukan “hidrolisis gliserofosfolipid”, sehingga terjadi pelepasan dari asam arakidonat  menjadi prostaglandin, PGE2 dan PGF2 alfa. Terbukti pula bahwa saat mulainya persalinan, terdapat penimbunan dalam jumlah besar asam arakidonat dan prostaglandin dalam cairan amnion. Di samping itu, terjadi pembentukan prostasiklin dalam miometrium, desidua, dan korion leave. Prostaglandin dapat melunakkan serviks dan merangsang kontraksi, bila diberikan dalam bentuk infus, per os, atau secara intravaginal (Manuaba, 1998).
e.       Teori Janin
Terdapat hubungan hipofisis dan kelenjar suprarenal yang menghasilkan sinyal kemudian diarahkan kepada maternal sebagai tanda bahwa janin telah siap lahir. Namun mekanisme ini belum diketahui secara pasti. (Manuaba, 1998)
f.       Teori Berkurangnya Nutrisi
Teori berkurangnya nutrisi pada janin diungkapkan oleh Hippocrates  untuk pertama kalinya (Wiknjosastro dkk, 2005). Hasil konsepsi akan segera dikeluarkan bila nutrisi telah berkurang (Asrinah dkk, 2010).
g.      Teori Plasenta Menjadi Tua
Plasenta yang semakin tua seiring dengan bertambahnya usia kehamilan akan menyebabkan turunnya kadar estrogen dan progesteron sehingga timbul kontraksi rahim (Asrinah dkk, 2010).

3.      Tahapan Persalinan Normal

Secara klinis dapat dinyatakan partus dimulai bila timbul his dan wanita tersebut mengeluarkan lendir yang disertai darah (bloody show). Lendir yang disertai darah ini berasal dari lendir kanalis servikalis karena serviks mulai membuka atau mendatar. Sedangkan darahnya berasal dari pembuluh-pembuluh kapiler yang berada di sekitar kanalis servikalis itu pecah karena pergeseran- pergeseran ketika serviks membuka (Wiknjosastro dkk, 2005).
a.  Kala I (Pembukaan Jalan Lahir)
Kala I persalinan dimulai dengan kontraksi uterus yang teratur dan diakhiri dengan dilatasi serviks lengkap. Dilatasi lengkap dapat berlangsung  kurang dari satu jam pada sebagian kehamilan multipara. Pada kehamilan pertama, dilatasi serviks jarang terjadi dalam waktu kurang dari 24 jam. Rata-rata durasi total kala I persalinan pada primigravida berkisar dari 3,3 jam sampai 19,7 jam. Pada multigravida ialah 0,1 sampai 14,3 jam  (Bobak, Lowdermilk & Jensen, 2004). Ibu akan dipertahankan kekuatan moral dan emosinya karena persalinan masih jauh sehingga ibu dapat mengumpulkan kekuatan (Manuaba, 2006).
Proses membukanya serviks sebaga akibat his dibagi dalam 2 fase, yaitu:
1.    Fase laten : berlangsung selama 8 jam. Pembukaan terjadi sangat lambat sampai mencapai ukuran diameter 3 cm. Fase laten diawali dengan mulai timbulnya kontraksi uterus yang teratur yang menghasilkan perubahan serviks.
2.    . Fase aktif : dibagi dalam 3 fase lagi yakni :
1)                Fase akselerasi. Dalam waktu 2 jam pembukaan 3 cm tadi menjadi 4 cm.
2)                Fase dilatasi maksimal. Dalam waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat cepat, dari 4 cm menjadi 9 cm.
3)                Fase deselerasi. Pembukaan menjadi lambat kembali. Dalam waktu 2 jam, pembukaan dari 9 cm menjadi lengkap.
Fase-fase tersebut dijumpai pada primigravida. Pada multigravida pun terjadi demikian akan tetapi terjadi dalam waktu yang lebih pendek (Taber, 1994; Wiknjosastro dkk, 2005).

b.                    Kala II (Pengeluaran)
Kala II persalinan adalah tahap di mana janin dilahirkan. Pada kala II, his menjadi lebih kuat dan lebih cepat, kira-kira 2 sampai 3 menit sekali. Saat kepala janin sudah masuk di ruang panggul, maka pada his dirasakan tekanan pada otot-otot dasar panggul, yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan. Wanita merasakan tekanan pada rektum dan hendak buang air besar. Kemudian perineum mulai menonjol dan menjadi lebar dengan anus membuka. Labia mulai membuka dan tidak lama kemudian kepala janin tampak dalam vulva pada waktu his. Dengan his dan kekuatan mengedan maksimal, kepala janin dilahirkan dengan presentasi suboksiput di bawah simfisis, dahi, muka dan dagu. Setelah istirahat sebentar, his mulai lagi untuk mengeluarkan badan dan anggota badan bayi (Wiknjosastro dkk, 2005).
Masih ada banyak perdebatan tentang lama kala II yang tepat dan batas waktu yang dianggap normal. Batas dan lama tahap persalinan kala II berbeda-beda tergantung paritasnya. Durasi kala II dapat lebih lama pada wanita yang mendapat blok epidural dan menyebabkan hilangnya refleks mengedan. Pada Primigravida, waktu yang dibutuhkan dalam tahap ini adalah 25-57 menit (Bobak, Lowdermilk & Jensen, 2004). Rata-rata durasi kala II yaitu 50 menit (Kenneth et al, 2009; Koniak, Martin & Reeder, 1992).
Pada tahap ini, jika ibu merasa kesepian, sendiri, takut dan cemas, maka ibu akan mengalami persalinan yang lebih lama dibandingkan dengan jika ibu merasa percaya diri dan tenang (Simkin, 2008).

                 c.              Kala III (Kala Uri)
Kala III persalinan berlangsung sejak janin lahir sampai plasenta lahir (Bobak, Lowdermilk & Jensen, 2004). Setelah bayi lahir, uterus teraba keras dengan fundus uteri agak di atas pusat. Beberapa menit kemudian, uterus berkontraksi lagi untuk melepaskan plasenta dari dindingnya. Biasanya plasenta lepas dalam 6 sampai 15 menit setelah bayi lahir dan keluar spontan atau dengan tekanan pada fundus uteri (Wiknjosastro dkk, 2005).
Pada tahap ini dilakukan tekanan ringan di atas puncak rahim dengan cara Crede untuk membantu pengeluaran plasenta. Plasenta diperhatikan kelengkapannya secara cermat, sehingga tidak menyebabkan gangguan kontraksi rahim atau terjadi perdarahan sekunder (Manuaba, 2006).

                 d.              Kala IV (2 Jam Setelah Melahirkan)
Kala IV persalinan ditetapkan berlangsung kira-kira dua jam setelah plasenta lahir. Periode ini merupakan masa pemulihan yang terjadi segera jika homeostasis berlangsung dengan baik (Bobak, Lowdermilk & Jensen, 2004). Pada tahap ini, kontraksi otot rahim meningkat sehingga pembuluh darah  terjepit  untuk  menghentikan  perdarahan.  Pada  kala  ini dilakukan
observasi terhadap tekanan darah, pernapasan, nadi, kontraksi otot rahim dan perdarahan selama 2 jam pertama. Selain itu juga dilakukan penjahitan luka episiotomi. Setelah 2 jam, bila keadaan baik, ibu dipindahkan ke ruangan bersama bayinya (Manuaba, 2006).



KONTRAK PERKULIAHAN Asuhan Kebidanan II (Persalinan)


                                             KONTRAK PERKULIAHAN
SEMESTER GASAL 2016-2017

Program studi              : D III Kebidanan
Mata Kuliah                : Asuhan Kebidanan II (Persalinan)
Kode Mata Kuliah      : BD 302
Dosen Pengampu        : Bulan Purnama Sari, S.Tr.Keb
Jumlah SKS                : 4 SKS
Semester                      : III
Hari/Waktu/Ruang      : Kamis, 07.30-09.10/ H 1
                                      Sabtu, 09.10-10.50/ H 1

1.    Deskripsi Mata Kuliah
Mata kuliah ini memberikan kemampuan kepada mahasiswa untuk memberikan ASKEB pada ibu dalam persalinan dengan pendekatan manajemen kebidanan didasari konsep-konsep, sikap dan keterampilan serta hasil evidence based dengan pokok bahasan konsep dasar persalinan, beberapa faktor yang mempengaruhi persalinan, proses adaptasi psikologi dalam proses persalinan, asuhan pada setip kala persalinan, deteksi dini komplikasi persalinan dan cara penanganannya, askeb pada bayi segera setelah lahir, cara pendokumentasian asuhan masa persalinan.
2.    Capaian pembelajaran lulusan (mata kuliah)   : 
Pada akhir perkuliahan ini, Anda diharapkan mampu :
  1. Menjelaskan konsep dasar persalinan
  2. Menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi persalinan
  3. Mengidentifikasi kebutuhan dasar ibu dalam proses persalinan
d.      Memberikan asuhan persalinan kala I
e.       Asuhan ibu bersalin pada kala II
 f.   Asuhan kebidanan pada kala III persalinan
  1. Asuhan kebidanan kala IV persalinan
  2. Melaksanakan asuhan pada bayi segera setelah lahir
  3. Mendokumentasikan hasil asuhan
3.    Organisasi Bahan Kajian/Materi
  1. Menjelaskan konsep dasar persalinan
  2. Menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi persalinan
  3. Mengidentifikasi kebutuhan dasar ibu dalam proses persalinan
d.      Memberikan asuhan persalinan kala I
e.       Asuhan ibu bersalin pada kala II 
f. Asuhan kebidanan pada kala III persalinan
  1. Asuhan kebidanan kala IV persalinan
  2. Melaksanakan asuhan pada bayi segera setelah lahir
  3. Mendokumentasikan hasil asuhan
4.    Kegiatan Perkuliahan
Minggu ke Tanggal

Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan

Strategi/Model/Metode Pembelajaran
1.
Kontrak Perkuliahan
Kesepakatan dengan Mahasiswa
2.
Menjelaskan konsep dasar asuhan kebidanan  pada ibu dalam masa persalinan :
1.1.  Konsep dasar asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan
1.1.1.      Pengertian persalinan
1.1.2.      Sebab-sebab mulainya persalinan
1.1.3.      Tahapan persalinan (kala I,II,III,IV)
1.1.4.      Tujuan asuhan persalinan
1.1.5.      Tanda-tanda persalinan

·     Penugasan individu dan kelompok, diskusi
3
Menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi persalinan :
2.1.Faktor yang mempengaruhi persalinan
2.1.1.      Passage
-          Ukuran panggul
-          Otot-otot dasar panggul
2.1.2.      Power
-          His
-          Tenaga mengejan
2.1.3.      Passanger
-          Janin
-          Plasenta
-          Air ketuban

Penugasan kelompok dan individu, tanya jawab, diskusi

4
Menjelaskan kebutuhan dasar pada ibu dalam proses persalinan :
3.1 Kebutuhan dasar selama persalinan
Penugasan individu , tanya jawab, diskusi
5-6
Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu bersalin kala I :
4.1.Memberikan asuhan persalinan kala I
4.1.1.      Perubahan fisiologis dan psikologis pada kala I
4.1.2.      Manajemen kala I
-          Mengidentifikasi masalah
·         Mengkaji riwayat kesehatan
·         Pemeriksaan fisik
·         Pemeriksaan janin
-          Menilai data membuat diagnosa
-          Menilai kemajuan persalinan
-          Membuat rencana asuhan
-          Asuhan kala I
a.       Penggunaan partograf
·      Pemantauan kemajuan persalinan, kesejahteraan ibu dan janin
b.      Memberikan dukungan persalinan
c.       Pengurangan rasa sakit
d.      Persiapan persalinan
e.       Pemenuhan kebutuhan fisik dan psikologis dan keluarga
f.       Tanda bahaya kala I
g.      Pendokumentasian kala I

Penugasan
Tanya jawab
Praktek penggunaan patograf
7-9
Melaksanakan asuhan kebidanan pada kala II persalinan :
5.1.Memberikan asuhan pada ibu bersalin kala II
5.1.1.      Perubahan fisiologis pada kala II persalinan
-          Kontraksi, dorongan otot-otot dinding
-          Uterus
-          Pergeseran organ dasar panggul
-          Ekspulsi janin
5.1.2.      Asuhan sayang Ibu dan posisi meneran
5.1.3.      Mekanisme persalinan normal: panggul dan fetal skull
5.1.4.      Asuhan kala II
-          Pemantauan ibu: kontraksi, tanda-tanda kala II, keadaan umum, Kemajuan persalinan
-          Pemantauan janin: saat bayi belum lahir, saat bayi lahir
5.1.5.      Menolong persalianan sesuai APN
5.1.6.      Manuver tangan dan langkah-langkah dalam melahirkan
5.1.7.      Membantu kelahiran bahu
5.1.8.      Kebutuhan ibu dalam kala II
5.2.Melakukan amniotomi dan episiotomy
5.2.1.      Amniotomi
5.2.2.      Episiotomy
5.3.Mendeteksi adanya  komplikasi dan penyulit persalinan kala II dan cara mengatasinya
5.3.1.      Temuan keadaan normal dan abnormal dari partograf
5.3.2.      Bahu macet, letak muka, lentang sungsang
5.3.3.      Gemelli
Diskusi, Tanya Jawab, Tugas Kelompok dan individu, Praktik asuhan pada ibu bersalin kala II
10
UTS

11-12
Melakukan asuhan kebidanan pada kala III persalinan :
6.1.Memberikan asuhan pada ibu bersalin kala III
6.1.1.      Fisiologi kala III
-          Mekanisme pelepasan plasenta
-          Pengawasan perdarahan
6.1.2.      Manajemen aktif kala III
6.1.3.      Pemeriksaan plasenta, selaput ketuban dan tali pusat
6.1.4.      Pemantauan: kontraksi, robekan jalan lahir dan perineum; tanda vital: hygiene
6.1.5.      Kebutuhan ibu pada kala III
6.1.6.      Pendokumentasian kala III
6.2.Mendeteksi adanya komplikasi persalinan kala III dan cara mengatasinya
6.2.1.      Perdarahan pada kala III
-          Atonia uteri
-          Restensio plasenta
-          Perlukaan jalan lahir
Tindakan-tindakan kala III kompresi bimanual internal dan eksternal; kompresi aorta; manual placenta

Tugas individu, Praktek asuhan pada ibu bersalin kala III, tanya jawab
13-14
Memberikan asuhan kebidanan pada kala IV persalinan :
7.1.Memberikan asuhan pada ibu bersalin kala IV
7.1.1.      Fisiologi kala IV
7.1.2.      Evaluasi uterus: konsistensi, atonia
7.1.3.      Pemeriksaan cervix, vagina dan perineum
7.1.4.      Pemantauan dan evaluasi lanjut:
-          Tanda vital
-          Kontraksi uterus
-          Lochea
-          Kandung kemih
-          perineum
7.1.5.      Perkiraan darah yang hilang
7.2.Melakukan penjahitan luka episiotomi/ laserasi
7.2.1.      Anestesi local, prinsip penjahitan perineum Penjahitan episiotomi/ laserasi
7.3.Pemantauan selama kala IV
7.3.1.      Tekanan  darah, suhu
7.3.2.      Tonus uterus dan tinggi fundus uterus
7.3.3.      Perdarahan
7.3.4.      Kandung kencing

Tugas individu, praktek pada ibu bersalin kala IV, tanya jsawab
15
Melaksanakan asuhan pada bayi segera setelah lahir :
8.1.Memberikan asuhan pada bayi segera setelah lahir pada masa
8.1.1.      Adaptasi fisiologis BBL terhadap kehidupan di luar uterus
8.1.2.      Perlindungan termal (termoregulasi)
8.1.3.      Pemeliharaan pernafasan
8.1.4.      Pemotongan tali pusar
8.1.5.      Evaluasi nilai APGAR
8.1.6.      Resusitasi
8.1.7.      Bounding attachment
8.1.8.      Pemberian ASI awal
8.2.Pendokumentasikan hasil asuhan

Diskusi, Tanya jawab, Penugasan individu, praktik asuhan pada bayi segera setelah lahir.
16
UAS


5.      Daftar Pustaka
a.       DepKes RI. 2008. Asuhan Persalinan Normal.Jakarta: Departeman Kesehatan RI
b.      Mochtar, Rustam. 1998. Synopsis Obstetri, edisi 2 jilid 1.Jakarta: EGC.
c.       Scoot, J, dkk. 2002. Dandorft Buku Saku Obstetri Dan Ginekologi, cetakan 1. Jakarta : Widya Merdeka.
d.      Manuaba. 1998. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC.
e.       Manuaba. 2007. Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta: EGC.
f.       Prawiroharjo, Sarwono. 2002. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : POGI.
g.      Sinclair, 2010. Constance. Buku Saku Kebidanan.Jakarta : EGC.2010. 
h.      Chapman, Vicky. 2006.Asuhan Kebidanan Persalinan&Kelahiran.Jakarta : EGC.
i.        Prawiroharjo, Sarwono. 2005. Ilmu Kandungan.Jakarta : YBP-SP
j.        Prawiroharjo, Sarwono. 2008. Ilmu Kebidanan.Jakarta : YBP-SP.
k.      Mansjoer, Arif M. 2000. Kapita Selekta Kedokteran.Jakarta : Media Aesculapius.
l.        Cunningham, dkk. 2006. Obatetri Williams. Jakarta: EGC.

6.      Tugas
a.       Setiap bacaan perkuliahan sebagaimana disebutkan pada jadwal program harus dibaca terlebih dahulu sebelum mengikuti kuliah pada hari yang sudah ditetapkan.
b.      Anda diwajibkan menyerahkan makalah penugasan (baik ndividu maupun kelompok) sebanyak  minimal 10 halaman. Makalah ini menjelaskan fisiologis dan psikologis pada kala I dengan sub pokok bahasan asuhan kala I dan Deteksi komplikasi persalinan pada kala III dan penanganannya. Satu kelompok terdiri dari dari 5 orang.
1)      Sistematika Penulisan makalah sebagai berikut:
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
B.   Rumusan Masalah
C.   Tujuan Penulisan
BAB II TINJAUAN TEORI
BAB III PEMBAHASAN
BAB IV KESIMPULAN
A.                 Kesimpulan
B.                 Saran
DAFTAR PUSTAKA
2)      Ketentuan penulisan makalah :
a)      Makalah diketik  dengan jenis huruf Times New Roman ukuran 12
b)      Jarak antar baris 2 spasi
c)      Ukuran kertas A4  dengan batas (top 4, left 4, bottom 3, rigt 3)
d)     Referensi dari internet maksimal 3
e)      Dijilid warna biru muda tanpa mika
3)      Waktu Penyelesaian tugas: 2 minggu
4)      Penilaian :
Hal –hal yang dinilai :
1.      Sistematika penulisan laporan                                                            5%
2.      Relevasi pembahasan dengan tema yang dipilih                                45%
3.      Kesimpulan                                                                                        30%
4.      Identifikasi perubahan fisiologis masa persalinan                              20%
Total 100%
c.       Evaluasi tengah semester berupa UTS dan evaluasi akhir semester berupa UAS  . Evaluasi akhir akan menggunakan bentuk soal objektif pilihan ganda sebanyak 40 soal dan soal uraian sebanyak 8 soal.
d.      Target praktikum lapangan berupa laporan pendokumentasian asuhan kebidanan II (persalinan)

7.      Kriteria Penilaian
Penilaian akan dilakukan oleh pengajar dengan menggunakan criteria sebagai berikut:
Nilai
Point
Range
A
4
≥ 80
B
3
70-79
C
2
60-69
D
1
50-59
E
0
≤ 49

Dalam menentukan nilai akhir akan digunakan pembobotan sebagai berikut:
Teori
Penugasan  :    15 %
UTS           :     15 %
UAS          :     20 %

 Praktik
Skill Lab (phantoom)                     :           30 %
Studi kasus/manajemen khusus      :           20 %

8.      Tata Tertib Perkuliahan
Mahasiswa
a.       Mahasiswa ditoleransi untuk datang terlambat maksimal 10 menit
b.      Total kehadiran minimal 75%
c.       Berseragam rapi sesuai jadwal
d.      Rambut di harnet, jika berjilbab harus menggunakan jilbab seragam
e.       Sepatu hitam pantofel

Dosen
1)      Wajib hadir tepat waktu
2)      Terlambat > 15 menit kuliah ditunda, kecuali ada kesepakatan lain antara dosen dan mahasiswa
3)      Siap dengan Kurikulum, Silabus dan RPP
4)      Mengisi Daftar Hadir, Jurnal Perkuliahan dan Berita Acara Perkuliahan
5)      Melaksanakan UTS setelah 8 (delapan) kali pertemuan, atau apabila dipandang materi sudah cukup
6)      Melaksanakan UAS pada pertemuan ke-16 (enam belas), sesuai jadwal yang disusun Program Studi
7)      Mengoreksi/mengevaluasi dan mengumumkan hasil UTS dan UAS secara transparan
8)      Menanggapi secara positif keberatan mahasiswa atas penilaian dosen
9)      Siap dan terbuka untuk dihubungi mahasiswa dalam batas-batas kewajaran dan kesopanan, terkait dengan perkuliahan.
10)  Berhak memberikan sanksi, dan/atau administratif kepada mahasiswa yang bersikap dan/atau bertindak indisipliner dalam batas-batas kewajaran.

Konsekuensi
a.       Mahasiswa yang datang terlambat lebih dari 10 menit tidak diperbolehkan mengikuti perkuliahan hari itu
b.      Total kehadiran <75% tidak diperbolehkan mengikuti UAS (diganti dengan penugasan)
c.       Jika mahasiswa tidak sesuai dengan tata tertib, tidak diperbolehkan mengikuti perkuliahan

Hal-hal yang belum tercantum dalam Kontrak perkuliahan ini, dan muncul selama dalam proses perkuliahan dapat diatasi/diputuskan berdasarkan kesepakatan antara dosen dan mahasiswa.
                                                                                   
Semarang, 22 Desember  2016
Ketua Program Studi                                                           Dosen Pengampu                          




Perwakilan Mahasiswa
....................................